Pages

Selasa, 03 Oktober 2023

TITIK TUMPU TUGAS #1

Fenomena adalah suatu yang terjadi dalam masyarakat yang secara garis besar pengaruhnya dapat diamati, diterangkan, dan dapat dirasakan secara langsung pengaruhnya. Fenomena juga dapat diartikan sebagai sebuah fakta sosial yang terpampang dalam kehidupan masyarakat akibat dari adanya perubahan sosial. 
Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh masyarakat juga dapat menimbulkan terjadinya perubahan sosial yang menjadikan  adanya sebuah peristiwa ataupun sebuah fenomena baru dalam masyarakat. 
Fenomena sosial yang terjadi dalam masayarakat cukup beragam. 


Salah satu yang terjadi di Indonesia adalah mengenai persaingan dalam industri hiburan, salah satunya adalah industri perfilman. Fenomena mengenai film internasional yang lebih laku di bioskop dibanding film lokal. Globalisasi menjadi salah satu faktor dimana sekarang setiap orang memiliki ragam tontonan untuk disaksikan. Film internasional dengan berbagai jenis genre juga mulai menyaingi film lokal. Dominasi film internasional di bioskop tidak dapat dipungkiri dengan adanya jutaan penonton. Dan terbukti. Film impor lebih mendominasi di genre terkait aksi, petualangan, fantasi, fiksi ilmiah, thriller, action, dan animasi. Sedangkan film Indonesia/film lokal hanya bermain pada genre horror, drama,  komedi, dan romance. Karena jika dibandingkan dengan genre yang lain, hanya genre-genre ini yang laku keras di pasaran. Para produser tidak mau mengambil banyak resiko kerugian dengan bereksperimen dengan genre lain. 

Namun secara lambat laun, penggemar film-film lokal mulai merangkak ke angka yang lebih besar. Berdasarkan data tahun lalu, pertama kalinya dalam sejarah bioskop Indonesia, penonton film lokal berhasil memecahkan rekor. Jumlah penonton film lokal lebih besar dibandingkan dengan luar negeri pada tahun 2022, dengan market share penonton film di bioskop memiliki persentase 61 persen untuk film Indonesia. Sisanya film barat. 


Akhir-akhir ini dukungan dari pemerintah juga tidak luput. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendukung perfilman Indonesia juga mendapat respons positif oleh sineas. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak generasi muda untuk menghidupkan ekosistem perfilman lewat program Sinema Keliling. Program yang dilakukan untuk mengajak generasi muda untuk nonton film secara rutin yang diadakan setiap bulannya. Selain itu juga Kemenparekraf/Baparekraf juga melakukan pembiayaan produksi film Indonesia melalui skema Fintech Securities Crowdfunding (Finscoin) sebagai solusi alternatif pendanaan dalam upaya mendukung pengembangan perfilman Indonesia.
Hal tersebut dilakukan  sebagai salah satu upaya agar menjadikan Indonesia sebagai destinasi perfilman dunia. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENULIS SEKALI DUDUK #0

Menulis sekali duduk merupakan konsep untuk diri saya sendiri yang bertujuan untuk mengasah penulisan saya. Media yang dipiih adalah blog, k...