Pages

Kamis, 18 Januari 2024

KATAOMOI 3

Kembali dengan cerita romansa yang jika disentil akan menjadi bagian-bagian yang rumit untuk diceritakan bagi setiap orang. 

Cerita singkat saja yang mungkin ini juga cerita umum bagi orang-orang. 

Pernah bertemu dengan seseorang yang menurutmu menarik ketika dipandang?
Wajahnya bersinar dan kamu tertarik memandangnya terus menerus?

Wajar timbul hal tersebut sebagai seorang manusia. 

Tapi ketika pengen ngajak ngobrol, tiba-tiba muncul rasa sungkan untuk hanya sekedar bersenda gurau dengannya. Kamu tahu jika mengobrol dengannya pasti dia akan tertarik. Ya, sok geer aja dulu. 

Oke. Mari kita set sebuah skenario yang mungkin akan perfect di kepalamu sendiri. 

Di pagi hari yang sejuk ini, diiringi dengan mentari yang terik.
Kamu datang dengan wajah yang berseri, dengan keberanian penuh lalu coba mengajaknya mengobrol hanya untuk sekedar basa-basi. Bayangkan saja orang ini adalah seseorang yang cukup populer di kalangan teman-temanmu. Dengan percaya diri mendekati, apalagi kamu sudah menyemprotkan parfum entah berapa kali sehingga wanginya tak terbendung lagi di setiap sudut ruangan. 
Dan ya angan-anganmu ini berjalan sempurna, kamu berhasil mengajaknya mengobrol dengan cukup lama. Kamu berhasil memancingnya untuk beropini terhadap semua topik yang telah kamu lemparkan. 
Tak terasa obrolan dengannya berjalan cukup lama, mungkin takkan bisa berhenti jika tak ada yang mengerem. Tiba-tiba ia berhenti mengobrol karena ia ingat akan sesuatu hal yang kemudian membuatnya harus segera buru-buru untuk pergi. Ia lalu meminta maaf padamu karena harus memotong percakapan di tengah dan harus menginggalkanmu untuk urusan yang lain. Kamu yang merasa tidak enak hati lalu melihatnya pergi. Kamu berharap bisa melakukan percakapan seperti ini lagi dengannya di kemudian hari, yang entah kapan itu akan datang lagi. Mungkin esok, lusa, atau minggu depan. Tak ada yang tahu pasti kapan kesempatan emas ini akan datang lagi. 

Tapi hari berikutnya datang. Memang Dewi Fortuna sedang berada di pihakmu. Kamu melihat dia duduk sendirian ditemani telepon genggamnya. Kamu pun dengan sigap datang menghampirinya dan berharap bisa menyambung percakapan yang telah terjadi sebelumnya. Dan ya, cara kuno tersebut lagi-lagi masih berhasil. Begitu seterusnya sampai dua hari kedepannya. 

Di kemudian hari, kamu kembali melihatnya, tapi di situasi yang berbeda. Dia sedang mengobrol dengan teman-temannya, mungkin sebagian teman-temanmu juga berada di sana. Laki-laki dan perempuan bercampur. Ia sedang bersenda-gurau dengan yang lain. Tapi kehadiranmu disana justru membuatnya tak acuh karena asyik mengobrol. Dia masih asyik mengobrol dengan yang lain. Kamu yang tidak enak hati ingin coba masuk dalam percakapan, namun belum menemukan waktu yang tepat. Begitu terus untuk 10 menit kedepan. Akhirnya kamu pun bisa masuk dengan selipan-selipan lelucon. Sesekali mencoba melempar diksi yang menurutmu akan lucu, namun kenyataanya tidak sayang......
Meleset sampai ke ujung dunia. 

Kamu menjadi awkward. Seharusnya ini menjadi punchline yang mampu memicu gelak tawa. Nyatanya tidak. Kamu menjadi tidak percaya diri untuk beberapa hari. Meskipun masih sering berjumpa dengannya, kamu masih terbayang dengan hal tersebut. Tetapi tanpa kamu sadari dan secara tidak langsung. 

Kamu jatuh hati padanya. 
Kamu berharap bisa terus bercanda dengannya. 
Berharap bisa bersamanya. 
Setelah banyak dialog yang telah dilalui kamu tertarik padanya. 

Hatimu bergetar setiap bertemu dengannya. Tatapan mata yang bergeming setiap menoleh ke arah matanya. Bergelak tawa seakan dunia hanya milik berdua. Dalam hatimu muncul gejolak jika tidak memandangnya sekali sehari. 


Tapi tak berhenti sampai disana. Perjuanganmu belum berakhir kawan. 

"Sooner or later, kamu pasti milikku"

Inilah saatnya. 

Untuk bangun, bajingan. 
Cerita takkan hanya bisa diukir kalau hanya di angan-angan. 


18 Januari 2024


Medan



MENULIS SEKALI DUDUK #0

Menulis sekali duduk merupakan konsep untuk diri saya sendiri yang bertujuan untuk mengasah penulisan saya. Media yang dipiih adalah blog, k...