World Mental Health Day!
Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia!
Butuh berapa banyak kalimat atau bahkan berapa banyak paragraf lagi yang butuh dituliskan untuk menggaungkan bahwasanya kesehatan bukan hanya tentang fisik. Kesehatan mental juga berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.
Narasi mengenai kesehatan mental akhir-akhir ini banyak sekali beredar, apalagi di erea modern seperti ini. Dalam era modern ini, semua manusia pasti mempunyai pemikiran yang sama, yaitu memiliki kehidupan yang lebih baik. Namun ada kalanya untuk menggapai tingkat tertinggi itu seringkali membuat orang malah merasa tertekan, cemas, atau bahkan mengalami depresi.
Perjalanan bahagia yang sedari awal telah kita jalani akan segera berakhir jika kita sebagai manusia tidak segera menata jiwa kita yang sedang terlelap dalam kesedihan tersebut. Oleh karena itulah, kesehatan mental yang stabil sangat diperlukan oleh setiap manusia dalam menjalani kehidupan. Bukan hanya dengan menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental yang baik juga menjadi suatu faktor yang akan membangun kehidupan yang lebih berkualitas.
Dengan adanya kesehatan mental yang baik dan stabil, kita akan lebih mudah dalam membangun hubungan dengan sekitar kita. Pemikiran yang positif inilah menjadi suatu hal sangat penting terhadap hubungan sosial manusia, baik terhadap pasangan, pertemanan, orang tua, dan masih banyak lagi.
Kunci utama agar kita semua tetap memiliki kesehatan mental yang stabil adalah dengan tetap berpikiran positif. Penalaran yang kritis masih tetap dibutuhkan dalam kehidupan umat manusia. Apalagi kita hidup di zaman modern yang segala sesuatu selal berhubungan dengan internet. Seringkali segala hal yang kita simak, saksikan, dan nikmati di internet inilah menjadi sebuah virus bagi tubuh kita. Kemudahan akses informasi, komunikasi, serta hiburan yang mampu dengan mudahnya kita dapatkan melalui internet memang menjadi hal yang sangat menggiurkan. Namun, di balik segala kemudahannya tersebut, internet justru membawa sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi setiap orang.
Contoh paling gamblang yang dapat kita saksikan saat ini adalah pelecehan serta perundungan.
Hal yang mudah sekali dilakukan hanya dengan bermodalkan gawai dan kuota, jari manusia akan dengan sangat mudah sekali mengetik kata-kata yang tidak senonoh dan seenaknya terhadap seseorang. Seringkali hal tersebut dianggap remeh dan dijadikan lelucon dalam media sosial.
Mungkin bagimu dan teman-temanmu kata-kata/kalimat tersebut adalah bahan lelucon yang hanya berlaku di circlemu. Namun tidak berlaku bagi orang lain, dan bisa saja ketikanmu tersebut malah dianggap sebagai hinaan untuk orang lain. Teks yang diupload dan disebarkan di dunia maya tersebut malah bisa berdampak buruk bagi korban. Akibatnya teks yang dituju terhadap seseorang tersebut bisa menjadi depresi. Ia menganggap teks tersebut berusaha menjelek-jelekkan dirinya dan akan menjadi trauma. Mungkin hal tersebut akan menjadi hal yang sepele.
"Ah elah, chat biasa doang, kok elu marah"
"Itu mah lelucuan doang, kok dianggap serius"
"Gausah disimpan dalam hati lah... Kan cuman bercanda"
Dan kalimat sejenisnya yang terkesan menyepelekan hinaan secara online.
Justru karena omongan seperti itulah yang membuat seseorang menjadi semakin down. Percaya diri yang awalnya hidup dalam dirinya, lama-lama menjadi pudar. Ia malah menggangap dirinya memang seburuk itu.
Jadi waspada terhadap ketikan yang diunggah.
Mulutmu harimaumu.
Mungkin kalau di internet, pepatah tersebut tidak berlaku, karena kegiatan kita mnenggunakan jari. Tetapi tetaplah berhati-hati dalam ketikanmu. Waspada dalam menggunakan jarimu.
Medan, 10 Oktober 2024
Leandro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar